Puncak Merapi muncul dari balik awan pagi, dilihat dari pagar kayu teras Kopi Lereng

Jl. Kaliurang KM 22 · Yogyakarta

Kopi dari lereng Merapi

Kedai kecil dengan 24 kursi. Bijinya dari petani Turgo, disangrai sendiri tiap Senin. Buka setiap hari, 07.00–22.00.

Tangan petani Turgo memetik buah kopi merah dari semak di lereng

Kopi Lereng berdiri di KM 22 Jalan Kaliurang, di lereng yang sama tempat bijinya tumbuh. Petani di Turgo, dusun di kaki Merapi, memetik buahnya; kami menyangrainya sendiri tiap Senin, lalu menyeduhnya untuk 24 kursi. Kalau cerah, dari teras kamu bisa melihat puncaknya. Kalau tidak, ada kabut dan kopi panas.

Biji dibeli langsung dari petani Turgo, tanpa perantara. Sangrai kecil, tiap Senin.

Dari Turgo

Satu minggu, kebun ke cangkir

Buah kopi merah matang di kebun lereng Turgo

Hari pertama. Petani Turgo memetik buah yang merah saja. Kami beli langsung dari mereka, tanpa perantara.

Biji kopi baru sangrai jatuh ke baki pendingin

Hari Senin. Kami sangrai sendiri di kedai, sedikit-sedikit, supaya sepanjang minggu bijinya masih segar.

Es kopi susu gula aren berlapis di dalam gelas tinggi

Akhir pekan. Biji diseduh di meja kedai, beberapa meter dari tempat disangrai. Tidak sampai seminggu dari kebun.

Teras

Teras menghadap Merapi

Kalau cerah, puncak Merapi terlihat dari kursi teras. Sering tertutup kabut, dan itu juga bagus. 24 kursi di dalam dan teras.

Dalam kedai dengan meja kayu dan pintu terbuka di pagi hari
Datang pagi ini
Patok kilometer beton di tepi jalan lereng berkabut

Datang ke KM 22 kapan saja antara pagi dan malam, atau minta kami antar kopinya ke rumah Anda.

Instagram @kopilereng

Jl. Kaliurang KM 22, Yogyakarta · buka setiap hari 07.00–22.00 · balasan WhatsApp biasanya dalam hitungan menit

Pesan antar via WhatsApp